Babak Baru Kepengurusan PSSI

Babak Baru Kepengurusan PSSI

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memilih ketua umumnya untuk periode 2019-2023, yaitu Mochammad Iriawan, yang sering disebut dengan nama Iwan Bule. Selanjutnya akan segera dibentuk kepengurusan baru, yang akan membawa beban harapan dari seluruh penggemar dan pelaku persepakbolaan Indonesia. Harapan apa itu? Meningkatnya kualitas dan prestasi sepakbola Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbesar yang menggemari sepakbola, sampai saat ini masih tertatih-tatih mengembangkan persepakbolaannya. Jika kita bandingkan dengan negara-negara yang persepakbolaannya sedemikian maju sehingga sudah menjadi sebuah industri, maka Indonesia sangat jauh tertinggal. Bagaikan sebuah desa terpencil di tengah hutan dibandingkan dengan sebuah kota metropolitan.

Membangun persepakbolaan adalah sebuah kerja besar dengan berbagai dimensi yang saling terkait, sehingga membutuhkan komitmen dan aksi nyata dari para stakeholder (pihak yang berkepentingan). PSSI, Pengurus klub, pemain, staf teknis, penyelenggara kompetisi, kops wasit, penonton, sponsor, pengelola stadion, dan lain-lain, adalah para stakeholder yang masing-masing bertanggung jawab untuk menjalankan perannya sebaik-baiknya. Ketika satu pihak bermasalah, maka pengaruhnya akan dapat mengakibatkan perkembangan persepakbolaan nasional berhenti, atau bahkan justru mundur.

Untuk menjaga agar para stakeholder itu terus memberikan kontribusi yang konstruktif, maka PSSI bagaikan menjadi konduktor yang memimpin sebuah orkestra. PSSI-lah yang menyelaraskan secara harmonis karakter masing-masing pemain instrumen dalam orkestra persepakbolaan Indonesia agar bisa dinikmati penonton, dan sekaligus menjaga agar setiap penampilan orkestranya bisa terus menarik penonton untuk datang.

Namun untuk bisa menjalankan peran seperti itu, PSSI harus membekali diri dengan pengetahuan dan pengenalan yang mendalam atas setiap aspek persepakbolaan Indonesia. Tanpa bekal yang cukup, PSSI tidak akan bisa berkomunikasi secara efektif dengan para stakeholder. Ibarat orkestra, sang konduktor tidak bisa memimpin para pemainnya dengan baik. Hasilnya? Sebuah pertunjukan orkestra yang kurang menarik, atau bahkan dicaci-maki oleh para penonton.

Meskipun satu kepengurusan PSSI hanya berlangsung singkat, tetapi seharusnya setiap kepengurusan menjalankan tugasnya dengan mengacu ke suatu blueprint (rancangan) yang komprehensif dan berpandangan jangka panjang, bahkan mungkin berjangka waktu hingga beberapa puluh tahun yang akan datang. Karena tanpa blueprint yang jelas dan disepakati untuk diikuti oleh seluruh stakeholder, maka setiap pihak akan cenderung bertindak menurut kepentingan dirinya sendiri. PSSI adalah pihak yang berada dalam posisi untuk bisa mengajak para stakeholder bersama-sama menyusun blueprint itu.

Hal lain yang sangat menentukan keberhasilan sebuah kepengurusan PSSI adalah kewibawaan. Ketika PSSI tidak bisa menjaga kewibawaannya di mata para stakeholder, maka PSSI menjadi tidak lebih dari seekor macan ompong. Segala tindakan dan pernyataan PSSI harus dijiwai oleh kesadaran bahwa mereka bertanggung jawab kepada para stakeholder secara keseluruhan, bukan hanya beberapa pihak yang bermodal besar saja. Dengan kesetaraan perlakuan kepada pihak-pihak yang saling berbeda kepentingan, PSSI akan dapat meletakkan dirinya pada posisi yang lebih efektif untuk menjalankan tugasnya.

PSSI sebagai sebuah asosiasi sepakbola nasional, adalah pihak yang sangat berperan dalam membawa persepakbolaan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Jika PSSI sebagai sebuah organisasi belum bisa menata dirinya sendiri dengan baik, rasanya mustahil bahwa mereka akan sanggup menjalankan perannya sesuai harapan masyarakat. Dan masyarakat sudah lama menelan kekecewaan melihat kualitas, sehingga PSSI perlu mencari terobosan-terobosan yang inovatif bagi kemajuan persebapbolaan Indonesia.

Tahun 2021 Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Semoga kepengurusan PSSI yang diketuai Iwan Bule akan bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan keberhasilan penyelenggaraan turnamen penting tersebut.

 

Sumber gambar: Twitter PSSI

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan